Site icon GKMI ARK

In Touch#Yohanes 1:1-5

1:1 Pada mulanya adalah Firman ;

Firman itu bersama-sama dengan Allah dan

Firman itu adalah Allah. 

1:2 Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. 

1:3 Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan 

1:4 Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia. 

1:5 Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya. 

Hello youth… Ada macem-macem tipe sikap orang dalam memandang realitas yang Ilahi.  Ada yang langsung percaya saja apa yang diajarkan.  Allah itu baik, amin Allah itu baik. Namun ada juga yang mempertanyakan dengan kritis untuk membantunya percaya siapakah Allah, apakah benar Allah itu baik.  Pencarian itu ternampak dalam jejak-jejak tulisan-tulisan baik fiksi maupun non-fiksi, lukisan maupun lagu bahkan film.  Judul-judul film tentang kerinduan mengenal realitas ilahi itu misalnya “Letters to God, atau God is not dead 1-3.  Wajar saja jika ada sebagaian orang yang mempertanyakan realitas ilahi hingga tertuang dalam karya seni maupun tulisan.  Bahkan mungkin ada yang secara spesifik mempertanyakan apakah keilahian Yesus dari Nazareth. Apakah benar Yesus itu benar ada?  Jika ia benar ada, apakah benar ia Allah? 

Today kita mau merenungkan Firman Tuhan dari Injil Yohanes 1 ayat 1-5.  Sebelumnya kita mau liat dulu nih, apa sih tujuan si Yohanes menulis kitab ini.  Nah untuk itu kita mesti liat di Yohanes 20:31 “tetapi semua yang tercantum di sini telah dicatat, supaya kamu percaya, bahwa Yesuslah Mesias, Anak Allah, dan supaya kamu oleh imanmu memperoleh hidup dalam nama-Nya.  Jadi guys, selesai baca Injil Yohanes itu kamu akan mengamini kalau (1) Yesus itu Mesias (2) Yesus itu Anak Allah dan (3) Kamu yang beriman dapet hidup kekal dalam Yesus, gitu guys.

Karena itu, waktu kita baca bagian per bagian dari Injil Yohanes ini nih, ya kita baca dengan lensa 3 tujuan itu tuh guys.  Sekarang kita akan mulai JOURNEY membaca Injil Yohanes ya.

1:1 Pada mulanya adalah Firman ;

Firman itu bersama-sama dengan Allah dan

Firman itu adalah Allah. 

 1:2 Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. 

Bagian yang mau kita renungkan bersama nih, dibuka dengan identifikasi dan esensi sang Firman.  Siapa sih Firman itu?

Sang Firman itu sudah ada sebelum semua diciptakan. Sang Firman yang bersama-sama dengan Allah sejak permulaan itu adalah Allah.

So guys, sampe disini kita bisa mengambil kesimpulan bahwa Firman itu adalah Allah.

1:3 Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan 

Nah guys, setelah memberikan identifikasi dari sang Firman.  Sekarang penulis injil Yohanes ini menggambarkan sang Firman itu diperluas dan dipertegas.  Firman (yang adalah Allah) itu menciptakan (menjadikan) segala sesuatu.  Dia menciptakan segala sesuatu.  Dia ini bukan ciptaan melainkan Pencipta segala sesuatu.

Firman itu adalah pencipta

1:4 Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia. 

Dalam Firman itu ada kehidupan.  Hidup di dalam firman adalah terang.

Di dalam sang Firman yang adalah Allah dan pencipta segala sesuatu ada Hidup dan terang manusia.

1:5 Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya. 

 “Terang itu bercahaya..” dalam semua kemungkinan menunjuk kepada terang yang datang ketika Kristus memasuki dunia dan yang sekarang bersinar bandingkan 1 Yoh 2: 8 “Namun perintah baru juga yang kutuliskan kepada kamu, telah ternyata benar di dalam Dia dan di dalam kamu; sebab kegelapan sedang lenyap dan terang yang benar telah bercahaya.” Tetapi kegelapan belum memahaminya.

Segala pertanyaan tentang realitas yang ilahi secara khusus tentang Yesus sang Firman itu menemukan jawabannya dari perenungan kita ini.  Firman itu adalah Allah.  Firman itu adalah Pencipta.  Di dalam Firman ada Hidup dan terang manusia.  Dari ayat 14 yang nanti kita akan renungkan memberikan konfirmasi nih, “Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.

So guys, yuk kita percaya pada sang Firman yang adalah Allah, yang adalah pencipta dan yang didalam-Nya ada hidup dan terang manusia.  Well, yeah, percaya itu mudah kalau gak ada masalah ya gak sih?  Tapi jika hidup itu terasa lagi gak bersahabat, entah itu karena masalah dari dalam diri, atau masalah dari luar, percaya sama keberadaan Allah yang memberi terang itu bener-bener perjuangan.  Pada masa pandemi ini tentu ada perjuangan masing-masing kan ya.  Entah yang kerja ada pengurangan karyawan sehingga harus kerja ekstra.  Atau yang kerja dari rumah bergumul dengan koneksi internet.  Belum lagi yang jadi guru, selain adaptasi sama model mengajar sistem online juga harus lagi nih menyesuaikan sama interaksi murid yang tidak sama dengan ketemu langsung dikelas, belum lagi urusan koneksi internet.  Hadeuhh.  Buat yang sekolah dan kuliah juga kan, jam-jam rawan ngantuk mesti dengerin dan liatin guru ngomong yang mungkin kita gak ngerti ya.  Terus kita mesti ekstra karena tugasnya lebih banyak.  Tapi para orang tua juga sangat berjuang lho, harus menyediakan kuota yang cukup buat anak—anak. Musti belajar menyesuaikan dengan system belajar baru  itu. 

See, begitu banyak masalah lho, gimana masih bisa percaya sama sang Firman yang adalah Allah dan pencipta.  Well guys, tinggallah di dalam terang itu.  Karena terang akan memimpinmu kepada Iman yang membuatmu terus memandang pada sang Firman.  Dalam perjalanan kehidupan kita ini, berjalanlah dalam terang yang memberi hidup, yang akan menuntunmu selangkah-demi selangkah berjalan di jalan yang sang Firman itu tempuh.

Bersyukurlah untuk Firman yang kita renungkan dan refleksikan.  Mohonlah Sang Firman untuk memimpin kita percaya kepada Firman yang memberi hidupa

#Kamugaksendiri

#Tuhan Yesus besertamu

*RL-SDG*

Exit mobile version