Renungan Mezbah KeluargaSelasa, 25 Agustus 2026Bacaan Alkitab: Yeremia 46โ48Perenungan: Yeremia 46:27โ28; 48:29; 48:42=====================*โJangan Terlalu Percaya Diriโ*Saudara....Kalau kita melihat pertandingan sepak bola, kadang ada tim yg di atas kertas jauh lebih kuat. Pemainnya mahal, statistiknya bagus, suporternya banyak. Sebelum pertandingan dimulai komentator sudah yakin:_"Ini sih pasti menang..."_Eh... ternyata kalah. ๐Mengapa? Karena *kekuatan yg kita miliki hari ini tidak pernah menjadi jaminan bahwa kita tidak bisa jatuh besok.*Nah... Yeremia 46โ48 agak berbeda dgn pasal-pasal sebelumnya.Kalau sebelumnya Yeremia banyak berbicara kepada Yehuda, mulai pasal 46 Tuhan berbicara kepada bangsa-bangsa lain di sekitar Yehuda.Pasal 46 berbicara tentang Mesir.Mesir saat itu bukan negara ecek-ecek. ๐ Mereka adalah kekuatan besar. Punya pasukan, kuda, kereta perang dan sejarah kejayaan yg panjang.Tetapi Yeremia menunjukkan bahwa Mesir pun dapat dikalahkan.Lho... bukankah justru ke Mesir orang-orang Yehuda kemarin melarikan diri untuk mencari rasa aman?Nah... ini menarik.*Tempat yg mereka anggap aman ternyata juga bisa runtuh.*Seolah Tuhan sedang mengingatkan: _"Mengapa engkau mencari perlindungan kepada sesuatu yg juga bisa jatuh?"_Di tengah berita penghukuman itu, Tuhan justru berkata kepada umat-Nya:_"Tetapi engkau ini, hai hamba-Ku Yakub, janganlah takut... sebab sesungguhnya Aku menyelamatkan engkau."_ (Yeremia 46:27)Perhatikan...Mesir bisa jatuh. Kerajaan bisa berubah. Ekonomi bisa terguncang. Orang yg kita andalkan bisa meninggalkan kita.*Tetapi Tuhan tetap menjadi tempat pengharapan yg tidak berubah.*Lalu pasal 47 berbicara tentang Filistin, dan pasal 48 tentang Moab.Tentang Moab, Yeremia berkali-kali menyinggung satu persoalan: *kesombongan.*_"Kami telah mendengar tentang keangkuhan Moab, sangat angkuh dia, tentang kebesarannya, keangkuhannya, kesombongannya dan tinggi hatinya."_ (Yeremia 48:29)Waduh... lengkap sekali. ๐Mengapa Moab menjadi begitu sombong?Karena mereka merasa kuat, aman dan mapan. Mereka mulai percaya kepada apa yg mereka miliki.Nah... ini yg perlu kita waspadai.Kadang justru ketika hidup sedang berhasil, kita mulai merasa tidak terlalu membutuhkan Tuhan.Usaha lancar. Tabungan cukup. Anak-anak berhasil. Jabatan aman. Pelayanan berkembang.Tanpa sadar kita mulai berpikir: _"Aku bisa mengatur semuanya."_Padahal *berkat yg tidak disertai kerendahan hati dapat berubah menjadi sumber kesombongan.*Saudara....Perhatikan alur bacaan hari ini.Pasal 46: Mesir yg kuat ternyata *dapat dikalahkan.*Pasal 47: Filistin pun *tidak dapat menghindari penghukuman Tuhan.*Pasal 48: Moab jatuh karena *kesombongan dan rasa aman pada kekuatannya sendiri.*Jadi... Tuhan sedang mengingatkan bahwa *tidak ada kekuatan manusia yg benar-benar permanen.*Karena itu jangan terlalu minder ketika kita sedang lemah, tetapi juga *jangan terlalu percaya diri ketika sedang kuat.*Hari ini kita bisa berada di atas, besok keadaan bisa berubah.Yang kita perlukan bukan rasa aman karena semuanya sedang baik-baik saja, tetapi hati yg tetap rendah dan bersandar kepada Tuhan dalam segala keadaan.Sebab pada akhirnya, *yang membuat hidup kita aman bukan seberapa kuat kita menggenggam kehidupan, tetapi kepada siapa kita mempercayakan kehidupan ini.**Pertanyaan Refleksi*1. Apakah ada sesuatu yg saat ini tanpa sadar lebih kita andalkan daripada Tuhan?2. Ketika hidup sedang berhasil, apakah kita semakin bersyukur dan rendah hati, atau justru mulai merasa mampu berjalan sendiri?*Mari kita berdoa:*_"Tuhan, ampuni kami ketika kami lebih mengandalkan kekuatan, kemampuan dan apa yg kami miliki daripada mengandalkan Engkau. Jauhkan kami dari kesombongan ketika hidup sedang berhasil, dan dari ketakutan ketika keadaan berubah. Ajari kami tetap rendah hati dan percaya bahwa hanya Engkaulah tempat perlindungan yg tidak pernah berubah. Dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin."_TAD โ Aniopen.spotify.com/episode/2WYQUdkE15zf5klv5bqwrn?si=4rfcERq-QvCo8eo8w8FUNg&utm_source=whatsappARK Podcast ยท Episode