Mezbah Keluarga

Renungan Mezbah KeluargaJumat, 29 Mei 2026Bacaan Alkitab: Nehemia 12–13Perenungan: Nehemia 13:11; 13:22; 13:29–30=====================*β€œMengapa Kita Mudah Kembali Jatuh?”*(Siang hari.. Ahun menjemput Feni di rumah. Mereka berencana makan siang di warung bu Tatik yang terkenal dengan swieke Purwodadinya. Di perjalanan, setelah melewati beberapa menit obrolan ringan, Ahun tiba-tiba bertanya.)*Ahun:*Fen, aku mau tanya sesuatu.*Feni:*Waduh... tanya apa Hun? πŸ˜„*Ahun:*Karena td pagi aku baca Alkitab jadi banyak mikir. πŸ˜‚ Mengapa ya manusia gampang sekali berubah?Maksudku... ke arah yang buruk.*Feni:*Maksudnya?*Ahun:*Lihat Nehemia 12 dan 13.Aku heran. Pasal 12 itu indah sekali. Tembok Yerusalem selesai..Semua bersukacita...Pujian dinaikkan...Bangsa itu menyembah Tuhan.. Rasanya seperti kebangunan rohani besar.*Feni:*Iya. trus..?*Ahun:*Tapi baru masuk pasal 13... eh... mulai kacau lagi. Ada kompromi lagi. Ada pelanggaran lagi. Ada yang mulai mengabaikan Tuhan lagi. Aku baca sambil geleng-geleng kepala. πŸ˜…*Feni:*Hahaha... Jadi kesal sama bangsa Israel?*Ahun:*Iya..lah. πŸ˜† Aku sampai berpikir:_"Ini orang-orang baru kemarin dipulihkan lho!"_*Feni:*Bukankah kita juga sering begitu Hun?*Ahun:*😢*Feni:*Waktu retret Pasutri kita jadi semangat. Waktu kebaktian kebangunan rohani semangat..Waktu ada pergumulan rajin doa. Tapi setelah semuanya baik...eh... pelan-pelan kembali ke kebiasaan lama.*Ahun:*Aduh... kena juga ternyata. πŸ˜…*Feni:*Karena masalah manusia bukan kurang pengalaman rohani. Masalah manusia adalah hati yang mudah lupa.*Ahun:*Hmm... itu dalam sih.*Feni:*Bangsa Israel sebenarnya tidak kekurangan mujizat.Tidak kekurangan firman. Tidak kekurangan pengalaman bersama Tuhan.*Ahun:*Betul juga ya.*Feni:*Tapi mereka tetap bisa jatuh. Karena hati manusia tidak berubah sekali untuk selamanya. Hati harus terus dijaga.*Ahun:*Jadi pertobatan itu bukan sekali jadi?*Feni:*Bukan..lah. Pertobatan itu arah hidup yang terus diperbarui.*Ahun:*Wah...aku akan catet itu.*Feni:*Makanya Nehemia tidak hanya membangun tembok. Dia juga terus membenahi kehidupan umat. Karena tembok bisa selesai dibangun. Tapi hati manusia harus terus dipelihara.*Ahun:*Jadi sebenarnya musuh terbesar kita bukan selalu dunia luar ya?*Feni:*Seringkali justru hati kita sendiri.*Ahun:*Yang mulai kendor sedikit... lalu kompromi sedikit... lalu menjauh sedikit...*Feni:*Ya..seperti itu. Dosa jarang datang dengan pintu depan sambil mengetuk. Biasanya masuk lewat celah kecil yang kita biarkan terbuka.(Mobil berhenti di lampu merah.)*Ahun:*Aku jadi teringat sesuatu. Dulu aku pikir orang yang sudah lama ikut Tuhan pasti aman. Pasti tidak mudah jatuh.*Feni:*Padahal semakin lama ikut Tuhan, semakin kita perlu rendah hati.*Ahun:*Karena kita tetap manusia.*Feni:*Dan karena itu kita tetap membutuhkan kasih karunia Tuhan setiap hari. Bukan hanya waktu pertama kali percaya.(Beberapa saat kemudian mereka tiba di tempat bu Tatik..Namun pertanyaan Ahun masih terngiang di pikirannya. Mengapa manusia mudah kembali jatuh? Karena hati manusia mudah lupa. Karena itu Tuhan tidak hanya mengundang kita datang kepada-Nya sekali. Ia mengundang kita datang setiap hari. Bukan karena kasih karunia-Nya kurang kuat. Tetapi karena hati kita perlu terus diperbarui oleh kasih karunia itu... setiap hari).*Pertanyaan Refleksi*1. Adakah area dalam hidup saya yang mulai longgar dan perlahan menjauh dari Tuhan?2. Apakah saya masih memelihara kebiasaan-kebiasaan rohani yang menjaga hati saya tetap dekat dengan Tuhan?*Mari kita berdoa:*"Tuhan, kami mengaku bahwa hati kami sering mudah lupa dan mudah menyimpang. Terima kasih karena kasih karunia-Mu tidak pernah habis bagi kami. Tolong kami untuk terus menjaga hati kami, hidup dalam pertobatan yang nyata, dan tetap dekat dengan-Mu setiap hari. Jangan biarkan kami mengandalkan kekuatan sendiri, tetapi ajar kami bergantung kepada-Mu sampai akhir perjalanan hidup kami. Amin."TAD – Aniopen.spotify.com/episode/6pzvUCd7shxYvAEPqeNNHu?si=c08t7H-7QKW8L9kpYRc7YAARK Podcast Β· Episode ... SelengkapnyaRingkasan
Lihat di Facebook