Mezbah Keluarga

Renungan Mezbah KeluargaKamis, 29 Oktober 2026Bacaan Alkitab: Lukas 12–13Perenungan: Lukas 12:54–57; 13:1–9=====================*“Pandai Membaca Zaman, Tetapi Lupa Membaca Diri”*Saudara.... sekarang banyak orang mempunyai pendapat tentang keadaan dunia. Ada yg rajin mengamati politik, memperkirakan arah ekonomi, membahas perkembangan teknologi, atau menganalisis mengapa masyarakat semakin mudah terpecah.Kadang dalam sebuah percakapan, kita bisa begitu bersemangat menjelaskan apa yg salah dengan negara, pemerintah, gereja, bahkan generasi muda sekarang. Tetapi ada satu pertanyaan yg mungkin jarang muncul:_"Kalau begitu, apa yg perlu saya ubah dalam kehidupan saya sendiri?"_Nah.... pertanyaan inilah yg menarik ketika kita membaca Lukas 12–13.Yesus menegur orang banyak karena mereka pandai memperkirakan cuaca berdasarkan arah angin dan awan, tetapi tidak mampu menilai keadaan zaman mereka sendiri._"Hai orang-orang munafik, rupa bumi dan langit kamu tahu menilainya, mengapakah kamu tidak dapat menilai zaman ini?"_ (Lukas 12:56)Mereka mempunyai kemampuan mengamati gejala alam, tetapi kurang peka terhadap karya Allah yg sedang berlangsung di hadapan mereka.Lalu dalam Lukas 13, beberapa orang datang membawa berita tentang orang-orang Galilea yg dibunuh Pilatus. Yesus menanggapi dengan pertanyaan yg mengejutkan. Apakah mereka yg menjadi korban itu lebih berdosa daripada orang Galilea lainnya?Jawab Yesus: Tidak!Ia juga menyebut delapan belas orang yg meninggal ketika menara di Siloam roboh. Apakah mereka lebih bersalah daripada penduduk Yerusalem lainnya?Sekali lagi Yesus menjawab: Tidak!Yesus menolak anggapan bahwa orang yg mengalami musibah pasti lebih berdosa daripada orang lain. Ini penting, sebab sampai sekarang kita masih mudah menghubungkan penderitaan seseorang dengan kesalahannya.Ketika orang lain mengalami kemalangan, kita kadang terlalu cepat memberikan penilaian rohani. Padahal kita tidak mengetahui seluruh keadaan hidupnya. Tetapi Yesus tidak berhenti pada penolakan terhadap sikap menghakimi.Ia justru berkata:_"Tetapi jikalau kamu tidak bertobat, kamu semua akan binasa dengan cara demikian."_ (Lukas 13:3)Apa maksudnya?Yesus tidak sedang mengatakan bahwa semua orang akan mengalami kecelakaan yg sama. Ia sedang mengingatkan bahwa kehidupan manusia rapuh, dan karena itu pertobatan tidak boleh terus ditunda. Daripada sibuk menilai dosa orang yg mengalami kemalangan, lebih baik kita memeriksa kehidupan sendiri.Kemudian Yesus menceritakan perumpamaan tentang pohon ara yg tidak menghasilkan buah. Pemilik kebun hendak menebangnya, tetapi pengurus kebun meminta kesempatan satu tahun lagi untuk menggemburkan tanah dan memberi pupuk.Menarik sekali....Pohon itu masih diberi kesempatan. Namun kesempatan tersebut bukan untuk terus-menerus tidak berbuah.*Kesabaran Tuhan adalah kesempatan untuk berubah, bukan alasan untuk menunda pertobatan.*Saudara....Kita mungkin sangat pandai membaca persoalan di sekitar kita. Tetapi apakah kita juga mampu membaca keadaan hati sendiri? Kita mengeluhkan masyarakat yg semakin tidak jujur. Apakah kita sendiri sudah berlaku jujur? Kita mengkritik pemimpin yg menyalahgunakan kekuasaan. Apakah dalam keluarga atau pekerjaan kita memperlakukan orang lain dengan adil?Membaca keadaan zaman memang penting. Orang beriman tidak boleh menutup mata terhadap persoalan masyarakat. Tetapi kepekaan terhadap zaman seharusnya berjalan bersama keberanian memeriksa dan memperbarui diri. Sebab perubahan yg kita harapkan dari dunia juga menuntut kesediaan kita untuk mengambil bagian di dalamnya.*Jangan sampai kita sangat pandai menjelaskan apa yg salah dengan dunia, tetapi tidak pernah sungguh-sungguh bertanya apa yg perlu diperbaiki dalam diri kita.**Pertanyaan Refleksi*1. Apakah kita lebih mudah melihat dan mengkritik kesalahan orang lain daripada mengakui kelemahan serta kesalahan diri sendiri?2. Jika Tuhan masih memberi kita kesempatan hari ini, buah pertobatan apa yg perlu mulai terlihat dalam kehidupan kita?*Mari kita berdoa:*"Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau masih memberikan waktu dan kesempatan kepada kami untuk bertumbuh. Ampuni kami jika terlalu mudah menghakimi orang lain, tetapi kurang jujur memeriksa kehidupan sendiri. Berikan kepekaan untuk memahami keadaan zaman tanpa kehilangan kerendahan hati. Tolong kami menggunakan kesempatan yg Engkau berikan untuk sungguh-sungguh bertobat dan menghasilkan buah kebaikan. Jadikan kami bukan hanya pandai berbicara tentang perubahan, tetapi bersedia memulainya dari kehidupan kami sendiri. Dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin."TAD – Aniopen.spotify.com/episode/3K3VzUNtuJm5vG9k3kHngz?si=kdVinResQM2TGtB65q30GA&utm_source=whatsappARK Podcast · Episode ...
Lihat di Facebook (opens in a new tab)