Renungan Mezbah Keluarga

 

Renungan Mezbah KeluargaSelasa, 18 Agustus 2026Bacaan Alkitab: Yeremia 23–25Perenungan: Yeremia 23:4; 23:23–24; 24:7=====================*“Tidak Semua yang Pahit Itu Buruk”*Saudara....Kalau dokter memberi obat, rasanya tidak selalu enak. Ada obat yang pahit, ada yang membuat mual, bahkan ada tindakan medis yang justru membuat tubuh sakit dulu sebelum pulih.Kalau ukuran kita hanya "enak atau tidak enak", mungkin obat itu kita buang. 😁 Padahal sesuatu yang terasa tidak nyaman belum tentu buruk. Sebaliknya, sesuatu yang terasa menyenangkan belum tentu baik.Nah... Yeremia 23–25 mengajak kita melihat kehidupan dengan cara seperti itu.Pasal 23 dimulai dengan teguran keras kepada para gembala Israel._"Celakalah para gembala yang membiarkan kambing domba gembalaan-Ku hilang dan terserak!"_ (Yeremia 23:1)Waduh... ini teguran yang berat buat para pemimpin, apalagi gembala.Tuhan ternyata tidak hanya memperhatikan apakah ibadah berjalan, organisasi rapi, program banyak dan gedung makin megah. Ia memperhatikan *domba-domba-Nya.*Apakah mereka terpelihara? Apakah yang lemah diperhatikan? Apakah yang tersesat dicari?Karena itu Tuhan berjanji:_"Aku akan mengangkat atas mereka gembala-gembala yang akan menggembalakan mereka..."_ (Yeremia 23:4)Lalu Yeremia menegur para nabi palsu yang lebih suka menyampaikan apa yang ingin didengar orang. Mereka berbicara seolah-olah atas nama Tuhan, padahal Tuhan tidak pernah mengutus mereka.Nah... ini penting.Tidak semua perkataan yang memakai nama Tuhan otomatis berasal dari Tuhan. Kadang kita lebih suka mendengar firman yang membuat hati nyaman:_"Tenang saja... semuanya pasti baik-baik saja."_Padahal mungkin Tuhan justru sedang menegur dan meminta kita berubah.Tuhan berkata:_"Masakan Aku ini hanya Allah yang dari dekat... dan bukan Allah yang dari jauh juga?"_ (Yeremia 23:23)Kita bisa menyembunyikan sesuatu dari manusia, tetapi tidak dari Tuhan.Lalu pasal 24 memberikan gambaran yang agak aneh: *dua keranjang buah ara.*Yang satu berisi buah ara yang sangat baik. Yang lainnya sangat buruk sampai tidak bisa dimakan.Menariknya... buah ara yang baik justru menggambarkan orang-orang yang sudah dibuang ke Babel.Lho... kok yang dibuang malah disebut baik?Bukankah pembuangan itu penderitaan?Nah, di sinilah cara pandang kita dibalik. Ternyata Tuhan dapat memakai keadaan yang pahit sebagai jalan pemulihan. Tentang mereka Tuhan berkata:_"Aku akan memberi mereka suatu hati untuk mengenal Aku, yaitu bahwa Akulah TUHAN."_ (Yeremia 24:7)Wow...Ternyata tujuan Tuhan bukan sekadar mengembalikan mereka ke Yerusalem. Tuhan ingin *mengembalikan hati mereka kepada-Nya.*Kemudian pasal 25 menjelaskan bahwa pembuangan itu bukan peristiwa kebetulan. Yehuda sudah bertahun-tahun diperingatkan, tetapi mereka tidak mau mendengar.Jadi... penderitaan mereka bukan berarti Tuhan kehilangan kendali. Justru di tengah keadaan yang pahit itu, Tuhan sedang mengerjakan sesuatu yang lebih dalam.Saudara....Perhatikan alur bacaan hari ini.Pasal 23 menunjukkan *Tuhan menegur gembala dan nabi yang tidak setia.*Pasal 24 memperlihatkan *Tuhan dapat memakai keadaan yang pahit untuk membentuk hati umat-Nya.*Lalu pasal 25 mengingatkan bahwa *firman Tuhan tidak boleh terus-menerus diabaikan.*Kadang kita terlalu cepat memberi label pada pengalaman hidup:Yang menyenangkan kita sebut *berkat.*Yang menyakitkan kita sebut *musibah.*Coba cek lagi...Jangan-jangan justru melalui pengalaman yang tidak menyenangkan itu Tuhan sedang membawa kita kembali kepada-Nya.Sebab tujuan terbesar Tuhan bukan membuat hidup kita selalu nyaman. Ia ingin memberikan kepada kita *hati yang mengenal-Nya.*Dan kalau melalui jalan yang pahit hati kita menjadi semakin dekat dengan Tuhan... mungkin jalan itu ternyata tidak seburuk yang kita kira.*Pertanyaan Refleksi*1. Adakah pengalaman pahit yang setelah kita lihat kembali ternyata justru dipakai Tuhan untuk membentuk dan mendekatkan kita kepada-Nya?2. Ketika firman Tuhan menegur dan terasa tidak nyaman, apakah kita bersedia mendengarnya atau hanya mencari perkataan yang sesuai dengan keinginan kita?*Mari kita berdoa:*"Tuhan, berikanlah kepada kami hati yang mau mendengar dan mengenal-Mu. Ampuni kami ketika kami hanya mencari firman yang menyenangkan hati dan menolak teguran-Mu. Ajarlah kami percaya bahwa bahkan melalui pengalaman yang pahit, Engkau tetap bekerja membentuk dan membawa kami semakin dekat kepada-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin."TAD – Aniopen.spotify.com/episode/3F4iibPTMvnrtEAx0EddRG?si=wO0vfhDGR8qAMPIwNwkr-g&utm_source=whatsapp&sci...ARK Podcast · Episode ... SelengkapnyaRingkasan
Lihat di Facebook